Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2011

Bulan Punya Cairan Inti Mirip Bumi

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1126322.jpg

Perkembangan pesat teknologi memungkinkan manusia menyingkap rahasia bulan. Ternyata berdasarkan sensor seismik, bulan memiliki inti cair serupa dengan Bumi.
Informasi ini berdasarkan sinyal dari sensor seismik kiri permukaan bulan yang tertangkap oleh astronot Appolo pada 1971. Ilmuwan NASA berhasil menerapkan teknik seismologi kontemporer lewat data dari sensor yang ditempatkan oleh program luar angkasa AS.
Studi terbaru itu menunjukakn bahwa bulan memiliki inti yang solid mengandung zat besi yang kaya dengan radius hingga 150 mil. Materi ini berbentuk cair, terutama inti luar besi yang menggapai hingga radius 205 mil. Yang berbeda dengan Bumi, inti cair bulan memiliki lapisan pembatas di sekitarnya dengan jarak setidaknya 300 mil.
Data itu juga menyoroti evolusi dinamo bulan, proses alami yang memungkinkan bulan menghasilkan medan magnet yang kuat. Pengungkapan terperinci dari inti bulan sangat penting untuk mengembangkan model akurat dari pembentukan Bulan. Inti suatu objek luar angkasa pada dasarnya berisi sebagian kecil unsur ringan seperti belerang dan oksigen.
Penelitian terbaru itu tercantum di jurnal online Science. Ilmuwan menggunakan data ekstensif hasil pengumpulan misi Apollo milik Amerika Serikat. 
 
 
 
 
 
 
 
 
sumber: detik.com


10 Fenomena Di Ruang Angkasa

Tabrakan Antargalaksi
Tabrakan Antar Galaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.

Quasar
Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.

Materi Gelap (Dark Matter)
Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.

Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.

Energi Vakum
Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.

Mini Black Hole
Mini Black Hole
Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.

Neutrino
Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari
IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.

Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.

Radiasi Kosmik Latarbelakang
Radiasi Kosmik Latarbelakang
Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).

Antimateri
Antimateri
Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/wkFWNY1GTXc/10-fenomena-penuh-misteri-di-ruang.html

Bintik Matahari Menghilang Bumi Terancam Zaman Es



Para ilmuan menyebutkan, matahari tengah menuju periode yang tak lazim berupa kian panjangnya siklus hibernasi matahari -menghilangnya bintik matahari (sun spot) untuk beberapa waktu yang memicu hadirnya zaman es mini di bumi. Para ilmuan memperkirakan pada tahun 2020, bintik akan lenyap selama bertahun-tahun bahkan untuk beberapa dekade ke depan!


Fenomena itu memang akan menimbulkan efek baik buat bumi berupa penurunan secara tajam tingkat pemanasan global. Pun sedikit gangguan akan terjadi pada sistem satelit dan pembangkit energi bertenaga matahari.


Fenomena ini bukan pertama kali terjadi. Namun, peristiwa alam ini terjadi sebelum abad 18 lampau.



"Siklus matahari ini (hilangnya sun spot) mungkin masuk ke kategori hiatus (rehat beredar). Mirip seperti acara TV musim panas," ujar Dr Frank Hill dari peneliti dari lembaga penelitian Matahari Amerika, National Solar Observatory.


Peneliti tak mengetahui mengapa matahari berubah menuju proses tersebut. Yang jelas hilangnya sun spot menunjukkan gejala pasti terjadi. Dr Hill mendasarkan prediksi tersebut atas tiga hal: melemahnya bintik matahari, kutub korona matahari yang kian sedikit memuntahkan aliran api, dan menghilangnya aliran panas solar jet stream.


"Ketiga isyarat itu menunjukkan ada kemungkinan matahari akan lama berhibernasi dan butuh waktu lebih lama untuk pulih," kata Dr Richard Altrock, astrofisikawan di Air Force Research Laboratory.


Data lain yang menunjukkan gejala menghilangnya matahari didasarkan atas terus melemahnya badai matahari. David Hathaway, ilmuwan NASA meramalkan bahwa siklus badai matahari, yang dimulai sekitar 2009, menjadi siklus badai matahari yang terlemah.


Matahari memiliki medan magnet yang menentukan arah siklus kembang matahari. Medan magnet ini ditentukan oleh tiga hal: bintik matahari, angin matahari, dan letupan partikel yang bergerak (badai matahari) yang kadang menghantam Bumi. Setiap 22 tahun, medan magnet matahari merubah kutub matahari antara utara dan selatan, menciptakan siklus 11 tahunan bintik matahari.


Pada puncak letupan bintik matahari, seperti tahun 2001 misalnya, badai matahari terjadi tiap hari yang menggangu satelit. (dailymail)
















sumber: tribunnews.com

[Foto] Kumpulan Foto-Foto Gerhana

http://i498.photobucket.com/albums/rr345/bubuakampiun/gerhana.jpg

http://achyar89.files.wordpress.com/2009/01/solar_eclipse.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5oqXa6pP4fd1o7SGR7XTsJtX3W3gZwyTznV3Eqe7PULKogtGJOfTF-6S1v-WRDZF1S37u44ZPeAFdlChTqV63crylFuwouNUkGQ7ak1Wf15vui1a52O4BQiWRq9t8okY3OPv7ShrFyi3Q/s400/gerhana.jpg

http://images.iksanudin.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SJGTxwoKCoYAADOrB@01/gerhana.jpg?et=a1rz%2Cvpm8B3gAqNP%2Cyj4Pg&nmid=0

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgRwHg0BLHCMGNMei-3W60UC8lA-ObiC23OqSdmEpMLGIgcMzcsBCd5oMVLVxkWSwahpdKsT1PjtZFkQSXCAEwYoR0yRPnH24iI8JinLPY2IMSOLYXgTdV4jzROUSXUh-ZAZB8RhsLhkLY/s400/200603300449110_GerhanaPenuh.jpg
















sumber: google images