Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2011

Bandara Internasional Dengan Menu Sehat

Mungkin kegiatan yang paling tepat untuk menunggu jam penerbangan adalah makan. Sebuah hasil riset terbaru menyebutkan laporan dari banyak bandara internsional hanya ada beberapa yang menyajikan menu sehat.

http://airroyale.com/blog/wp-content/uploads/2011/10/GIVsn1125AftCabFwdView.jpg

Delapan puluh persen dari restoran dibandara minimal menyajikan menu sehat, rendah lemak, bebas kolesterol dengan hidangan vegetarian. Menurut sebuah penelitian ada 15 bandara Internasional yang telah dianalisa menunya. Berikut urutan bandara internasional yang menyajikan menu sehat di restorannya.

1. Metropolitan Detroit Wayne County Airport
http://ref.michigan.org/cm/attach/69F1F273-6C44-4D75-9F19-F6D8C3EF86F1/gettingthere_main_detroit2t_about.jpg

Bandara ini berada di peringkat pertama karena restoran-restoran yang berada dibandara ini semuanya menawarkan pilihan menu sehat.

2. San Francisco International Airport
http://images.travelpod.com/users/pecten56/1.1232069520.san-francisco-international-airport.jpg

San Francisco International Airport menduduki peringkat ke-2, dengan 96% restoran-restoran dibandara ini menawarkan menu sehat.

3. Washington Dulles International Airport
http://www.elec-intro.com/EX/05-15-06/iad_dusk.jpg

Sebanyak 96% restoran dibandara ini menawarkan menu sehat, sehingga berada di peringkat ke-3.

4. Minneapolis-St. Paul International Airport
http://u.slimg.com/smartertravel/gallery/74/originals/stm4d9cae31eb8a420110406.jpg

Bandara Internasional ini berada di peringkat ke-4, dengan hasil persentase 86% dari restoran-restoran yang menawarkan pilihan menu sehat.

5. Dallas / Fort Worth International Airport dan Las Vegas McCarran International Airport
http://www.11alive.com/images/640/360/2/assetpool/images/111221123318_vegas-airport1221.jpg

Berada diposisi ke-5 dengan presentasi sebesar 83%.

6. Denver International Airport dan Miami International Airport
 http://www.birdair.com/images/projectgallery/DenverAirport/DenverAirport_2.jpg
Bandara ini sama-sama menduduki peringkat ke-5 dengan hasil presentasi 82%.

7. Phoenix Sky Harbor International Airport dan Charlotte Douglas International Airport
http://smartypantstravel.files.wordpress.com/2011/10/capture.png

Bandara Internasional ini juga memiliki peringkat yang sama yaitu ke-7 dengan 81% restorannya menyajikan menu sehat.

8. Orlando International Airport
http://www.wings900.com/vb/attachments/forum10/26150d1314736431-orlando-airport-code.jpg

Bandara Internasional Orlando peringkat kedelapan, dengan 80% dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan menu sehat.

9. Los Angeles International Airport dan Baltimore 
 http://www.11alive.com/assetpool/images/111221113226_dca-billkatygemma1221.jpg
 Washington International Airport, berada di posisi ke-9, dengan 76% dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan yang sehat.

10. Ronald Reagan Washington National Airport
http://www.visitingdc.com/images/reagan-national-airport.jpg

Ronald Reagan Washington National Airport berada diperingkat kedua dari terakhir, dengan 75% dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan yang sehat.

11. Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport
http://farm1.static.flickr.com/40/74336970_9c91a253ee.jpg

Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport mencetak peringkat terburuk, dengan 71 persen dari restoran-restoran bandara menawarkan pilihan yang sehat.














sumber: http://www.detikfood.com/read/2011/12/24/104550/1799105/900/inilah-bandara-international-yang-menyajikan-menu-sehat

Berendam Air Panas di Odaiba

Jika bukan karena teman, saya mungkin tidak akan mampir ke Odaiba — daerah surga belanja dan hiburan di pinggir teluk Tokyo, yang sebenernya merupakan pulau tambahan dan dibangun sebagai benteng pertahanan dari serangan laut.

Dan rekomendasi teman saya tidak salah. Begitu tiba di stasiun Daiba, pusat perbelanjaan Aqua City dan gedung Fuji TV yang berarsitektur unik siap menyambut. Sungguh surga belanja. Selain Aqua City, ada juga Decks yang sejajar. Hanya berjarak satu blok, ada Venus Fort yang sepintas seperti pertokoan di dalam Venetian Macao.




Berhubung kantong pas-pasan dan tidak berniat belanja, saya pun langsung melangkahkan kaki ke gedung Telecom Center (yang terletak di sebelah Fuji TV). Dari lantai tertinggi Telecom Center, kita bisa melihat pemandangan Tokyo dari ketinggian dengan gratis.




Setelah puas melihat pemandangan, saya memutuskan mencoba onsen, rumah pemandian yang populer di Odaiba. Yang paling luas di Tokyo, dengan desain dan tata cara mandi seperti pada zaman Edo, adalah Ooedo Onsen Monogatari. Tak heran harga masuknya 2900 yen (Rp 300 ribu) — hampir enam kali lipat dari harga pemandian di hotel kapsul saya di Asakusa.






Tetapi ada harga ada barang. Fasilitas Ooedo Onsen Monogatari memang super lengkap. Setelah membayar, pengunjung diharuskan menggunakan kimono sehingga suasana tradisionalnya langsung terasa. Ada 19 motif kimono yang dipajang di situ sehingga saya pun bebas memakai yang mana.


Dengan enam macam kolam pemandian, plus ruang uap dan sauna, berendam di sini rasanya seperti di surga. Saya suka berendam di kolam Kinu-no-Yu yang airnya berwarna putih (dan kabarnya berkhasiat mencerahkan kulit). Saya juga suka berendam di kolam luar ruangan, karena sebelumnya tidak pernah berendam di ruangan terbuka tanpa mengenakan pakaian.


Di beberapa sudut ruangan terbuka terdapat gentong besar untuk mereka yang ingin berendam sendirian.


Setelah puas berendam, saya berjalan berkeliling. Ternyata, ada juga fasilitas spa dan pijat dengan berbagai macam teknik (termasuk di kursi pijat yang menggunakan koin). Di bagian tengah gedung, berjajar toko oleh-oleh dan makanan dengan desain interior yang sudah disulap seperti zaman Edo.







Selain toko-toko itu, ada juga aula luas tempat pengunjung bersantap cemilan atau sekadar merebahkan badan untuk melepas penat.


Puas mencoba onsen, saya melanjutkan perjalanan. Tujuan terakhir adalah Odaiba Kaihin Kōen, taman pinggir teluk yang menampilkan replika patung Liberty. Sepintas memang mirip di New York, apalagi dengan tambahan jembatan pelangi sebagai latar belakang.




Pasir putih dan puluhan burung camar menjadi pemandangan yang menyegarkan mata. Pantas jika tempat ini menjadi lokasi favorit pasangan berkencan. Saya membayangkan, jika datang malam hari pasti pemandangan serta lampu warna-warni dari jembatan pelangi ini romantis.




Usai menikmati angin segar laut, saya pun memutuskan kembali ke kota dengan menggunakan kapal. Setelah melihat dari atas, saya ingin melihat Tokyo dari sisi lain, yaitu dengan menyusuri sungai Sumida sampai ke Asakusa, pelabuhan terakhir yang dekat dengan hotel.













sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/234-berendam-air-panas-di-odaiba

Keliling Kota Pelabuhan Yokohama

Pada hari terakhir di Jepang, saya memutuskan mengunjungi Yokohama. Jarak dari Tokyo ke Yokohama ditempuh hanya dalam 30 menit dengan kereta bawah jalur oranye, Tokyu Toyoko dari Shibuya.

Tujuan pertama adalah Chinatown (atau biasa disebut Yokohama Chukagai), yang memang menjadi stasiun terakhir jalur oranye ini. Daerah yang terletak di Yokohama pusat ini merupakan kota pecinan terbesar di Jepang.


Berbeda dengan kota pecinan lainnya, Yokohama Chukagai ini terlihat tidak terlalu sibuk dan ramai. Yang paling mencolok dari daerah ini adalah jajaran restoran dan toko obat tradisional dan toko oleh-oleh.



Salah satu pemandangan di Taman Yamashita. Foto: Thinkstock


Yang terakhir ini, terus terang, malas saya datangi karena beda-beda tipis dengan Hongkong tetapi harganya lebih mahal. Saya lebih tergiur dengan jajaran kios camilan dan jajanan pasar, terutama bakpao (manju). Tiap sepuluh meter, hampir pasti ada yang menjual bakpao.


Klenteng Kanteibyo dan pintu gerbang warna-warni, yang cukup banyak ditemui di beberapa jalan, juga jadi daya tarik sendiri. Pintu gerbang bersama dengan lampu lampion merah bisa dibilang jadi ciri khas daerah ini. Bagus buat lokasi foto-foto.


Yang agak mengejutkan, ternyata klenteng yang dibangun tahun 1873 ini tidak terlalu besar seperti di dalam gambar.



Kapal besar Hikawa Maru. Foto: Thinkstock


Hanya lima menit berjalan kaki dari kota pecinan, saya langsung menemukan taman Yamashita. Menyusuri taman sepanjang 750 meter yang menghadap lautan ini sangatlah menyenangkan. Sambil duduk di bangku taman, saya melihat kapal besar Hikawa Maru di sisi kanan dan jajaran taman bunga asri di sisi kiri. Menengok ke belakang, terlihat menara observasi marinir Yokohama setinggi 106 meter.


(Oh ya, kabarnya kapal ini ketika beroperasi di tahun 1930 sempat mengangkut Charlie Chaplin dalam salah satu perjalanannya dari Seattle ke Yokohama).


Walau hanya duduk-duduk, saya sangat menikmati pemandangan di sekitar taman ini. Aktivitas warga Yokohama di taman ini pun cukup menarik. Ada yang menggunakan taman ini sebagai tempat joging, membawa anjing berjalan-jalan atau pasangan yang membawa bayinya menikmati terik matahari pagi menjelang siang. Namun yang paling unik adalah saat melihat sekelompok orang tua sedang asyik melukis pemandangan.



Daerah Minato Mirai 21. Foto: Thinkstock


Kapal laut besar, dermaga dan lautan sepertinya tidak bisa dipisahkan dari kota yang terletak di teluk Tokyo ini. Begitu juga, sisa-sisa peninggalan Amerika seperti meriam, kapal tua, dan beberapa gudang pun terlihat hampir di beberapa sudut kota.


Puas menikmati taman, saya lanjut melangkahkan kaki menuju daerah Minato Mirai 21, terutama menara Landmark, yang merupakan gedung tertinggi di Jepang. Selain ingin melihat seperti apa dalamnya, saya juga berharap bisa mampir ke mal sebelahnya, Landmark Plaza dan Queen’s Square. Saya juga mampir ke Hard Rock Café untuk membeli cendera mata dan makan siang.


Di seberang Hard Rock Café, tampak kincir angin yang merupakan satu bagian atraksi dari taman hiburan Cosmo World. Kincir angin ini bersama dengan gedung Landmark menjadi dua bangunan yang menjadi ciri khas Yokohama.


Setelah puas memborong beberapa T-shirt di outlet Uniglo di Queen’s Square, saya segera menyeberang jalan dan menuju lokasi kunjungan terakhir saya di Yokohama: dermaga Osanbashi.



Dermaga Osanbashi di Yokohama. Foto: Thinkstock


Selama berjalan menuju lokasi, godaan berbelanja cukup banyak karena saya menemukan dua mal besar lagi yang membuat perut pulas (ehem, Hello Kitty!), World Porters dan Red Brick Warehouse (Akarenga Soko). Mal yang terakhir ini cukup unik. Berhubung gedung tersebut bekas gudang pelabuhan, malnya agak temaram.



Mal yang bekas gudang pelabuhan, Red Brick Warehouse. Foto: Thinkstock


Seperti juga taman Yamashita, dermaga Osanbashi juga jadi tempat nongkrong yang asyik. Setelah dibangun ulang pada 2002, dermaga ini menjadi terminal penumpang untuk kapal-kapal pesiar dari luar negeri yang masuk lewat Yokohama.


Yang agak menyakitkan mata adalah beberapa tuna wisma yang tertidur di bangku taman. Tak sangka, kota pelabuhan mewah seperti ini pun punya masalah yang sama juga ya.












sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/197-sehari-keliling-kota-pelabuhan-yokohama

Menjelajahi Tokyo Dengan ‘Densha’ dan ‘Chikatetsu’

Tokyo adalah sebuah kota metropolitan dengan sistem transportasi publik yang komprehensif. Untuk menjelajahi kota ini, kita tidak memerlukan bantuan pemandu wisata — cukup peta transportasi umum seperti bus, densha (kereta api), dan chikatetsu (kereta bawah tanah).

Jaringan kereta api dalam kota di Tokyo dioperasikan oleh beberapa perusahaan layanan, dan merupakan salah satu jaringan kereta api yang terbesar dan tersibuk di dunia. Terdapat hampir 300 stasiun yang tersebar dalam 14 jalur, seluruhnya menempuh jarak 328 km.




Setiap hari, jaringan ini mengangkut delapan juta penumpang dengan daerah cakupan yang membentang dengan jarak hampir menyamai Jakarta-Bandung.


Dengan densha dan chikatetsu, Anda dapat mengunjungi tempat-tempat wisata terkenal di Tokyo seperti Shinjuku, Ikebukuro, Ginza, Asakusa, Shibuya, dan Harajuku (berhenti di Meiji-jingumae).


Stasiun densha dan chikaketsu sendiri bisa menjadi atraksi. Saksikan dan cobalah beragam jenis mesin penjual minuman dan makanan yang ada di sana. Juga ada mesin penjual bunga, serta mesin yang bisa menebak usia serta jenis kelamin Anda.


Agar tak perlu pusing membaca peta atau bingun berpindah jalur dan stasiun, Anda tinggal menaiki jalur Yamanote Line — yang melingkari kota Tokyo dan berhenti di berbagai atraksi wisata di kota ini.




Hampir semua mesin penjual tiket dilengkapi dengan panduan dalam bahasa Inggris. Tarif kereta bervariasi tergantung jarak dan dibedakan antara dewasa dan anak-anak. Lihatlah tarif ke tempat tujuan Anda, dan masukkan uang kertas atau koin untuk membeli tiket.


Jika ada kendala teknis atau bahasa, silakan bertanya kepada petugas — tetapi untuk itu diperlukan sedikit kemampuan berbahasa Jepang.




Pilihan lainnya, Anda bisa membeli tiket terusan untuk satu atau dua hari. Dengan begini, Anda bebas menggunakan jasa operator tertentu dalam 24 jam tanpa harus membeli tiket lagi untuk masing-masing jalur.


Dengan tiket terusan Holiday Pass seharga ¥ 2300 (sekitar Rp 230 ribu), Anda bahkan bebas menggunakan seluruh sistem transportasi publik di Tokyo selama 24 jam pada Sabtu, Minggu, dan hari besar.


Berpindah dari satu jalur ke jalur lain (atau stasiun) relatif mudah dan nyaman. Namun terkadang banyaknya terowongan bawah tanah bisa membingungkan. Untunglah hampir setiap marka stasiun dilengkapi dengan tulisan berhuruf Latin.




Jika Anda bepergian di hari kerja, ada baiknya untuk memerhatikan jam sibuk yakni pada pukul 07.00-09.00 pagi dan 17.00-19.00 petang.


Website
http://www.jorudan.co.jp/english/norikae/ dapat membantu dalam merencanakan perjalanan dengan si densha dan chikatetsu ini. Jasa gratis ini juga menyediakan aplikasi untuk Apple iOS untuk iPhone, iPod Touch atau iPad.












sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/130-menjelajahi-tokyo-dengan-densha-dan-chikatetsu

Kota-kota Paling 'Berbahaya' di Asia

Inilah kota-kota terbaik di Asia yang akan mengakomodasi berbagai kenakalan Anda.

Tujuh kota sibuk di Asia ini menawarkan berbagai macam godaan. Anda bisa makan dengan rakus di Taipei atau menjadi seorang pesolek di Manila. Kota-kota ini bisa menjadi alasan tersendiri untuk berdosa.


1. Kerakusan: Taipei, Taiwan


Makanan murah bisa Anda temukan di manapun, siang maupun malam.

Ada 18 jalan di Taipei yang didedikasikan hanya untuk berjualan makanan. Di tempat-tempat yang biasanya akan terdapat halte bus, di Taipei Anda akan menemukan makanan panggang. Trotoar menjadi kios penganan. Bau tahu fermentasi pun memenuhi udara.


Pasar malam di Taipei jadi terkenal karena pilihan camilannya. Biasanya, makanan-makanan ini dikenal dengan sebutan xiaochi, yang arti harfiahnya adalah “makanan kecil”. Harga makanan kecil ini antara $ 1-2.


Perut Anda sangat mudah membuncit di kota ini.

2. Kemalasan: Seoul, Korea Selatan


Jika tidak lembur, orang-orang Korea Selatan akan menghabiskan bandwidth.

Internet di Seoul sudah ditata, dikelola, dan dirapikan sedemikian rupa sampai, saking cepatnya, orang tidak perlu bergerak ke mana-mana. Penduduk Korea Selatan bisa berjam-jam bermain World of Warcraft dengan nyaman.


Korea Selatan ada di peringkat 15 kota termalas di dunia (dan nomor satu di Asia) oleh The Daily Beast. Dan ada alasan mereka bisa menjadi lebih malas lagi.


Proposal terbaru dari pemerintah mengusulkan kemajuan teknologi digital. Alasannya adalah permintaan dari game online dan video streaming di Seoul. Pada 2012, kecepatan Internet di kota berpenduduk 39 juta orang ini bisa mencapai 1000 Mbps.

3. Kebanggaan: Manila, Philippines


Wanita-wanita Filipina terkenal akan kecantikannya. Tapi para prianya terlalu sibuk mematut-matut diri mereka sendiri di depan cermin.

Menurut penelitian terbaru dari Synovate, pria Filipina adalah yang paling narsisistik di Asia. Sekitar 48 persen dari pria-pria ini meyakini diri mereka menarik secara seksual.


Dan sekitar 9 dari 10 pria yang mencabut alisnya mengaku, mereka ingin terlihat keren untuk dirinya sendiri, bukan untuk memikat wanita.


Jika dibandingkan, hanya 25 persen pria di Singapura yang yakin dirinya atraktif. Angka itu hanya mencapai 17 persen di Cina dan Taiwan, sementara di Hongkong hanya 12 persen pria yang berpikir mereka menarik.

4. Ketamakan: Shenzhen, Cina


Saat semua orang berusaha menghemat pengeluarkan, Shenzhen tak henti-hentinya mengeluarkan miliaran dolar untuk membeli produk-produk teknologi tinggi.

Shenzhen adalah satu dari sekian banyak kota dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pemasukan domestik bruto provinsi ini mencapai $ 42 miliar — itu artinya lebih dari PDB negara seperti Guatemala, Lebanon, dan empat kali lebih besar dari Islandia.


Tinggal tunggu waktu sampai ada 1 miliar jutawan di Cina. Filosofi Shenzhen berkata, jika kamu tidak bisa menghasilkan satu juta, maka hasilkanlah satu miliar.

5. Gairah: Tokyo, Jepang


Industri seks Jepang diperkirakan mencapai ¥ 2.5 triliun ($ 30 miliar), nomor dua di bawah industri otomotifnya.

Menurut penulis “Pink Box”, Joan Sinclair, “Jepang bisa menawarkan apa pun yang bisa Anda bayangkan.”


Dari porno yang menjijikkan sampai pelayan kafe, Tokyo seperti seorang pria tua berpikiran jorok di tubuh seorang remaja. Dan dia memuaskan keinginan-keinginan kotornya dengan semangat seorang eksibisionis.


Tokyo adalah kota yang bisa memenuhi fetis Anda, atau tempat Anda bisa dimandikan oleh seorang remaja muda berseragam.

6. Iri: New Delhi, India


Pada 2010, orang India adalah emigran kedua terbesar dunia setelah Meksiko. Data ini berdasarkan Migration and Remittances Factbook 2011 dari Bank Dunia.

Ada sekitar 11,4 juta orang India yang bermigrasi untuk mencari penghidupan lebih baik. India dan ibu kotanya, New Delhi, mengalami sindrom “rumput tetangga lebih hijau” yang terparah.

7. Dendam: Pyongyang, Korea Utara


Keras kepala, suka membuka konfrontasi, antidamai... ibu kota Korea Utara seperti remaja labil Asia. Tetapi, tidak seperti remaja yang suka mengekspresikan rasa ketidakamanan mereka dengan menindik bagian tubuh atau mewarnai rambut, Korea Utara lebih suka menenggelamkan kapal atau menembaki pulau-pulau dengan peluru.

Olahraga nasional Korea Utara adalah Taekwondo. Jika terjadi kekurangan pangan, maka militerlah yang lebih dulu dilayani. Film-film propaganda terus-menerus berbicara tentang kekuatan tak terlihat tentara Korea Utara. Poster-poster di Pyongyang juga berpesan, “Kedamaian ada di ujung bayonet.”


Dengan penduduk sekitar 24 juta orang, Korea Utara memiliki 1 juta tentara. 












sumber: http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/133-kota-kota-paling-berbahaya-di-asia

Warna-warni Gorontalo di Festival Karawo

Lapangan Taruna Gorontalo mendadak ramai, Sabtu (17/12/2011). Adalah Festival Karawo yang membuat lapangan di depan rumah dinas Gubernur itu menjadi penuh warna.
Warna-warni Gorontalo di Festival Karawo
Festival yang disponsori oleh Bank Indonesia ini adalah yang pertama diadakan di Provinsi Gorontalo. (Kardhika Cipta Binangkit).


Warna-warni Gorontalo di Festival Karawo
Kegiatan ini untuk mempromosikan budaya Karawo, Gorontalo. (Kardhika Cipta Binangkit).


Warna-warni Gorontalo di Festival Karawo
Festival Karawo ini berlangsung meriah. (Kardhika Cipta Binangkit).

















sumber:http://foto.detik.com/readfoto/2011/12/20/171111/1795802/464/2/

Jumat, 23 Desember 2011

Keunikan Festival Naadam di Mongolia


Naadam Festival merupakan perayaan tradisional Mongolia yang berarti "tiga permainan laki-laki". Olahraga seperti gulat, memanah, dan balap kuda dan juga unta merupakan olahraga tradisional yang diperingati saat Festival Naadam bangsa Mongolia.


Setiap tanggal 11 Juli, yaitu pada saat hari raya kemerdekaan Mongolia, bangsa Mongol akan menggelar acara tahunan olahraga tradisional yang dinamakan "nadam".


Jadi pada setiap hari perayaan kemerdekaan negaranya, pada tanggal 11 Juli itu pun bangsa Mongol menemukan jagoan-jagoan baru dalam ketiga olahraga tradisional mereka tersebut.


Salah satu bagian acara dalam nadam adalah festival gulat. Dalam festival ini, berisikan kompetisi gulat secara nasional, sehingga akan ditemukan jagoan-jagoan gulat baru.


Seperti hari perayaan kemerdekaan negara-negara lainnya, pada hari itu, seluruh warga negara Mongolia hiruk pikuk berkumpul bersama baik di desa-desa maupun di kota-kota untuk menyaksikan aksi-aksi menawan dari para pegulat, pemanah, dan pebalap kuda, selama tiga hari berturut-turut.


Kompetisi besar gulat diselenggarakan di ibukota Ulanbator, dan kompetisi tersebut merupakan ajang bergengsi bagi para psertanya karena merupakan kompetisi bertaraf nasional.


Ada cerita unik mengenai pakaian khas para pegulat, yaitu kaos lengan panjang yang tidak ada bagian depannya. Konon menurut cerita rakyat, dulu pernah ada seorang wanita yang menyamar sebagai manusia dan memenangkan acara gulat. Sehingga, agar penipuan itu tak terjadi lagi, pegulat diharuskan bersaing bertelanjang dada.


Walaupun festival yang berisikan acara olahraga yang sangat laki-laki, namun para kaum perempuan jugabisa ikut bersaing dalam kompetisi memanah dan menjadi joki dalam pacuan kuda.
GALERY FESTIVAL NAADAM


OLAHRAGA BALAP UNTA
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :














sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11847043

Keindahan Pulau Ular di Kabupaten Bima Timur

Pesona Pulau Ular di Kabupaten Bima Timur


Tersebutlah sebuah pulau kecil di wilayah Kabupaten Bima bagian timur, tepatnya di Kecamatan Wera Desa Pai. Pulau ini terletak dekat sekali dengan daratan Pulau Sumbawa hanya lebih kurang 400-500m.

Pulau Ular demikian Orang Bima menyebutnya, karena mungkin pulau ini hanya dihuni oleh sekelompok ular-ular jinak yang tidak mengganggu penduduk. Yang menarik sebenarnya bukan karena banyaknya ular atau tidak adanya manusia yang mau tinggal di pulau yang kirakira seluas 500 m2 ini, tetapi lebih karena ular-ular ini berbeda dengan umumnya ular yang ada di Daerah Bima. Ular-ular ini mencari makanan di dalam laut dan beristirahat di atas pulau di antara celah-celah bebatuan atau bergelantungan pada tebing-tebing terjal, maka menambah daya tarik pulau ini.

Pulau ini merupakan habitat bagi populasi ular laut dengan keunikan warnanya putih silver dengan kombinasi hitam mengkilap. Ular-Ular ini jinak dan bersahabat dengan wisatawan yang mengunjunginya. Pulau ular dapat dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Bima menggunakan transportasi darat.

Ular-ular di Pulau Ular tersebut menurut penduduk setempat merupakan jenis ular laut. Siapapun tahu bahwa ular laut termasuk ular yang sangat beracun. Dilihat dari ciri-ciri fisiknya, ular tersebut memang berbentuk seperti ular laut. ekornya pipih seperti ekor ikan, warnanya putih silver dan hitam mengkilat. Ketika dipegang tidak terasa licin sama sekali sebagaimana layaknya ular-ular di darat. Kulitnya lebih terasa kesat dan bersirip seperti ikan. Walau hidup liar, mereka sangat jinak dan ramah terhadap pengunjung. Ketika dipegang mereka sama sekali tidak menggigit atau melilit.

Mengunjungi obyek wisata “ Pulau Ular “ anda juga disuguhkan dengan keindahan pesona laut Bima. Dari pulau ini Gunung Api Sangiang tampak berdiri kokoh. Bagian puncaknya selalu diselimuti kabut.

Dalam legenda, Pulau ular merupakan jelmaan dari kapal Portugis yang terdampar di perairan Wera. Ular-ular tersebut adalah jelmaan para penumpang dan ABK Kapal. Sedangkan dua pohon Kamboja yang tumbuh di kedua sisi pulau itu merupakan jelmaan dari tiang-tiang kapal portugis.

Meskipun itu adalah legenda, namun Pulau Ular sudah semakin dikenal dunia. Banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke pulau ini. Pemerintah Daerah harus segera menata pulau ini, membangun fasilitas jalan, fasilitas semacam brugak-brugak di pinggir pantai Desa Pai untuk disewakan kepada pengunjung dan akan menjadi sumber PAD bagi Daerah.


Spoiler for Pesona Pulau Ular:



Spoiler for Pesona Pulau Ular:
Quote:


Spoiler for Pesona Pulau Ular:
Quote:


Spoiler for Pesona Pulau Ular:



Spoiler for Pesona Pulau Ular:



Spoiler for Pesona Pulau Ular:



Spoiler for Pesona Pulau Ular:



Spoiler for Pesona Pulau Ular:



Spoiler for Pesona Pulau Ular:




Spoiler for Taman Laut:



Spoiler for Taman Laut:



Spoiler for Taman Laut:



Spoiler for Taman Laut:











sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12112384